Pemda Pangandaran Tolak Santri Pengibar Bendera di HSN Menggunakan Sarung


santri kecewa

Pangandaranlife.com, Minggu (22/10) Perayaan Hari Santri Nasional di Kabupaten Pangandaran diwarnai dengan kesedihan para santri karena pihak Pemda Pangandaran menolak pengibar bendera yang menggunakan kain Sarung.

Menurut Dewan Ustadz Pondok Pesantren Babakan Jamanis, Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Yusup Sidik mengatakan, bahwa pihak Pemda Pangandaran dinilai tidak konsisten dalam renacan/persiapan kegiatan HSN terutama untuk petugas pengibar bendera

"Jauh sebelumnya, panitia memutuskan untuk upacara HSN, petugas pengibar bendera harus dari santri dengan memakai sarung seperti kegiatan di kota/kabupaten lainnya," ujarnya kepada ruber.id, Minggu (22/10/2017).

Atas kesepakatan tersebut, kata Yusup, pengibar bendera dari salah satu Pondok Pesantren pun mulai latihan bahkan sudah melaksanakan gladi resik yang disaksiakan pihak Pemda Pangandaran.
"Tapi tiba-tiba, pada malam hari ada informasi untuk pengibar bendera, selain memakai sarung juga harus mempersiapkan baju paskibra biasa yang lengkap," tuturnya.

Namun, kata Yusup, setelah seluruhnya dipersiapkan lengkap, terjadi perdebatan alot antara pihak panitia dengan Pemda Pangandaran yang mengatakan tidak ada aturan pengibar bendera pakai sarung karena tidak sesuai dengan Tata Upacara Militer (TUM).

"Setelah kami jawab sudah mempersiapkan pakaian paskibra lengkap, malah ada alasan lainnya dengan mengatakan saat upacara, bendera harus sudah di atas menurut telepon dari Pemerintah Provinisi Jawa Barat," sebutnya.

Karena perdebatan tidak menemui titik temu, lanjut Yusup, akhirnya para santri pulang dengan rasa kecewa dan mereka menangis karena merasa dipermainkan," ucapnya.

Yusup menambahkan, kejadian tersebut memang dianggap hal kecil namun telah mengecewakan para santri yang telah berhari-hari melaksanakan latihan.

"Kami tersinggung dengan hal ini karena terkesan santri disepelekan. Tidak terbayangkan bagaimana perasaan mereka yang secara psikologis akan berdampak pada mentalnya," katanya.

Ruber.id