Pengurusan E-KTP Lambat, Pemuda Ini Curhat di Sosmed Bilang Birokrasi di Kab. Pangandaran Bobrok

 
pemuda curhat sola pembuatan e-ktp di pangandaran yang lambat
Curhat di Sosmed Soal Bobroknya Birokrasi di Pangandaran
Identitas itu penting. Gimana kalau kita ditangkap aparat misalnya Satpol-PP atau ditilang lantas kita tak punya identitas, mikir? Yang lebih parah lagi bagaimana jika kita meninggal di tempat orang tanpa mempunyai identitas? Gila. Banyak kasus jenazah tak punya identitas akhirnya dijual oleh pihak berwajib untuk praktek kedokteran. Remeh temeh namun penting.

Keputusan dari pemerintah pusat khususnya Kemendagri tidak pernah mempersulit warganya untuk membuat e-KTP bahkan ada program SEMEDI (Sehari Mesti Jadi). Ironisnya di Kabupaten saya Kabupaten Pangandaran lambat sekali untuk membuat e-KTP, dengan alasan blangkonya habis. Blangko habis atau Birokrasi bobrok Pak Bupati Jeje Wiradinata?

Kata petinggi kita yang menjabat sebagai Dirjend Dukcapil (Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil) mengatakan bahwa e-KTP paling lama hanya 14 hari, ini dikatakan pada tanggal 22 Agustus 2016, dan katanya tidak ada alasan Blangkonya Habis. Ini kata Pak Zudan Arif loh.

Saya memaklumi Pangandaran ini kabupaten baru, baru ketuk palu 2011. Tapi birokrasi gak gini juga. Ini sangat keterlaluan.

Saya membuat surat rekapitulasi data kependudukan untuk e-KTP bulan September 2016, otomatis blangko harusnya ada dong. Sesuai dengan redaksi dari Pak Dirjend tadi. Anehnya sampai saat ini e-KTP saya belum juga jadi, ini udah tanggal 6 Juli 2017. Udah 10 bulan e-KTP saya belum jadi. Saya harus menyalahkan siapa nih? Saya cek tadi jam 13:30 ke kecamatan Cimerak, di pintu kecamatan tertulis surat dari Bupati Jeje Wiradinata Jeje Wiradinata bahwa blangko sudah ada sejak bulan April 2017, lah kemana aja tuh blangko selama 8 bulan, di korupsi? Terus saya tanya ke petugas pembuatan e-KTP nya. Mas e-KTP saya sudah jadi belum? Blom Mas. Lah, kan saya sudah rekap dari tahun yang lalu? Iya Mas, maaf Mas. Insya Allah besok jadi. Besok ke sini lagi ya Mas.

Jadi intinya, jika pemiliknya belum datang buat ngambil meskipun blangko sudah ada, pasti belum dibikinin. Gila, birokrat macam apa ente. Logikanya kok kebalik ya, kan harusnya pemerintah yang butuh rakyatnya. Logikanya....!
Birokrat daerah, ngiranya masyarakat gk ada yang kritis kali ya...

Ditulis Oleh :  Rikal Dikri