Kampung Mangrove Bojong Salawe

 
Pangandaranlife.com - Sebelum memasuki area pesisir Pantai Bojong salawe tepatnya diarea jembatan Cialit terdapat banyak sekali pohon mangrove yang berjejer disekitar sungai. Keberadaan pohon mangrove – mangrove tersebut tidak terlepas dari peranan masyarakat khususnya masyarakat desa karangjaladri kec. Parigi yang merasa perduli terhadap lingkungan alam yang berada di sekitar area sungai Bojongsalawe. Bentuk keperdulian mereka bukan hanya sekedar menanam mangrove saja melainkan juga membuat sebuah tempat yang bernama “Kampung Mangrove” 
 
 
Baja juga :  Kawasan Konservasi Mangrove di Desa Karangjaladri

Kampung Mangrove merupakan hasil dari kegiatan kelompok berkah anugerah yang berada di dusun bojongsalawae  desa parigi kec. Parigi kab. Pangandaran. Kampung Mangrove berada di area perkampungan nelayan, atau di sebelah utara jembatan cialit. Kampung Mangrove Desa Karangjaladri mungkin cocok disebuat sebagai sebuah destinasi wisata edukasi, karena dikampung mangrove ini pengunjung bisa belajar tentang cara menanam mangrove dan juga belajar tentang berbagai jenis mangrove yang berada di kawasang hutan mangrove Bojongsalawe.

 
 
Ada sekitar sepuluh  jenis mangrove yang berada dikawasan hutan mangrove bojongsalawe desa karangjaladri kec. Parigi kab. Pangandaran, diantaranya Nipah, Api – api, Kelapa, Pidada, Bakau, Waru Laut, Jeruju, Ketapang, Pandan laut dan Tapak Kuda.
 
Keberadaan hutan mangrove di area sungai cialit bojongsalawe tersebut tentunya akan sangat berpengaruh terhadap ekosistem yang berada disekitarnya, keberadaaan hutang mangrove memiliki manfaat diantaranya :
  • Mencegah Intrusi Air Laut
    Intrusi laut merupakan peristiwa perembesan air laut ke tanah daratan. Intrusi laut dapat menyebabkan air tanah menjadi payau sehingga tidak baik untuk dikonsumsi. Hutan Mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga dapat mencegah terjadinya Intrusi Air laut ke daratan.
  • Mencegah Erosi dan Abrasi Pantai
    Erosi merupakan pengikisan permukaan tanah oleh aliran air sedangkan abrasi merupakan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut. Hutan Mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah akibat air.
  • Sebagai pencegah dan penyaring alami
    Hutan mangrove biasanya yang dipenuhi akar pohon bakau dan berlumpur. Akar tersebut dapat mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa ke wilayah pantai.Selain pengurai limbah organik, hutan mangrove juga dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut seperti minyak dan diterjen, dan merupakan enghalang alami terhadap angin laut yang kencang pada musim tertentu.
  • Sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa
    Hutan Mangrove juga merupakan tempat tinggal yang cocok bagi banyak hewan seperti biawak, kura-kura, monyet, burung, ular, dan lain sebagainya. Beberapa jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput juga banyak tinggal didaerah ini. Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini. Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove.
  • Berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir
    Hutan mangrove seringkali dikatakan pembentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Sebagai contoh, Buah vivipar yang terbawa air akan menetap di dasar yang dangkal, dapat berkembang dan menjadi kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam kurun waktu yang panjang habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri.
Untuk dapat mencapai lokasi hutan mangrove Desa Karangjaladri Kec. Parigi Pangandaran, dari terminal/pool budiman pangandaran kamu hanya perlu menggunakan arah/jalan utama yang menuju objek wisata batukaras atau nanti bisa belok kiri menggunakan jalur Pantai Batuhiu, bila kamu menggunakan jalur yang menuju arah batukaras atau jalur parigi, nanti sebelum jembatan cialit  yang menuju ke desa wisata margacinta, kamu perlu belok kiri dari bunderan yang menuju arah ke Sma N 1 Parigi, kalau kamu menggunakan jalur ini kamu tidak akan ditarik biaya karena tidak ada pintu masuk seperti di objek wisata batuhiu. Jadi  dari terminal menuju kampung mangrove desa karangjaladri ini jaraknya kurang lebih sekitar 15 KM, mungkin hanya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih sekitar 15 menit untuk sampai ke Kampung Mangrove Bojongsalawe.
 
 
SHARE THIS