Praktek Pungli di Pool Budiman Pangandaran

 
pool budiman pangandaran
Pool Budiman Pangandaran diambil dari Google Street View

Pangandaranlife.com, Sudah menjadi rahasiah umum bahwasanya praktek pungli (pungutan liar) yang terjadi di Pool Budiman  Pangandaran sudah terjadi bertahun – tahun, bedanya praktek pungli yang dilakukan sekarang tidak dilakukan secara terang – terangan, sedangkan dulu sebelum adanya gembar gembor masalah pembersihan pungli oleh tim cyber pungli, praktek pungli di pool budiman ini  seolah dilakukan terang – terangan dimana di sebuah Pos Pool Budiman dekat pintu masuk ditempeli tulisan bahwa para penjemput harus membayar uang tertentu kepada mereka yang menjemput orang di Pool Budiman.

Saat tim pangandaranlife.com mencoba menyelediki pada Sabtu (17/6/17) ternyata praktek pungli ini masih terjadi. Praktek pungli tersebut dilakukan oleh seorang oknum tukang ojeg yang juga sering terlihat mangkal disekitar pool budiman. Oknum tukang ojeg tersebut meminta uang dengan alasan yang tidak jelas sebesar Rp. 5.000 permotornya, bahkan ada juga yang dimintai uang sebesar Rp. 10.000.

Saat tim Pangandaranlife.com berada di lokasi, ternyata oknum yang melakukan pungli tersebut seperti tidak berani meminta uang kepada para penjemput yang menggunakan kendaraan mobil, mereka kebanyakan melakukan pungli terhadap para pengendara motor.

Praktek pungli ini sudah jelas termasuk kedalam praktek/bentuk premanisme yang seharusnya tidak terjadi, dan entah mengapa seolah pihak perusahaan membiarkan, seolah menutup mata , dan lepasa tanggungjawab dengan praktek pungli tersebut. Bahkan di Pool Budiman Pangandaran tersebut sama sekali tak ada larangan atau himbauan untuk tidak melakukan pungli, seolah perusahaan membiarkan hal ini terjadi.

Tak ada yang akan menjadi miskin hanya karena memberi uang Rp. 5.000 – Rp. 10.000, hanya saja praktek yang mereka lakukan termasuk praktek – praktek premanisme. Tidak masuk akal jika seseorang menjemput menggunakan motornya sendiri, namun saat akan menjemput kita  harus membayar uang.  Apalagi menjelang hari Raya Idul Fitri seperti ini, praktek premanisme di Pool Budiman Pangandaran sudah pasti akan semakin menggila


Tak heran jika praktek – praktek seperti ini akan memanen banyak tuduhan miring, baik kepada perusahaan penyedia jasa transportasi tersebut maupun kepada pihak Pemerintah. Praktek tersebut seharusnya tidak boleh dibiarkan terus terjadi karena secara tidak langsung akan menjadi dampak buruk baik bagi perusahaan maupun Pemerintah Pangandaran.

Praktek pungli yang telah terjadi selama bertahun – tahun di Pool Budiman Pangandaran tentunya akan membuat mata kita terbuka dan bertanya – tanya tentang keseriusan Pemerintah daerah dalam membasmi praktek pungli dan premanisme yang ada di Pangandaran.

Praktek premanisme yang terdai di Pool Budiman Pangandaran ini adalah salah satu contoh bentuk ketidakmampuan Pemerintah dalam mengatasi praktek – praktek Premanisme yang terdapat di Kabupaten Pangandaran. Hukum seolah lemah dan letoy dihadapan para preman.

Salah satu langkah kecil untuk dapat mewujudkan wisata yang mendunia adalah membuat rasa aman, nyaman kepada Masyarakat ataupun Wisatawan dari praktik pungli ataupun premanisme. Jika hal seperti ini saja belum bisa benahi, mungkin cita – cita hanyalah sebatas mimpi belaka.