Guru Ngaji di Pangandaran Cekcok Soal Tak Meratanya Pembagian Insentif Program Pangandaran Mengaji

ilustrasi guru ngaji cekcok

Pangandaranlife.com | Parigi - Melalui program Pangandaran Mengaji, para guru ngaji di Kab. Pangandaran diberikan insentif sebesar 1,2 juta setiap tahunnya, selain masalah isu pemotongan oleh oknum di salah satu daerah ternyata ada isu lainnya dimana ditemukan ada beberapa guru ngaji yang seharusnya mendapatkan insentif justru tidak mendapatkannya.

Seperti salah satu Guru Mengaji di Dusun Babakan Sempur Parigi berinisial “E” yang telah bertahun – tahun jadi guru mengaji di blok sempur Babakan namun mengaku tidak mendapatkan insentif dari progran Pangandaran mengaji tersebut.

Akibat tidak mendapatkan insentif “E” mendatangi “S” salah satu warga Dusun Babakan yang mendapatkan Insentif yang kebetulan saat itu sedang mengajar ngaji pada (29/12/16) , akhirnya disana terjadilah sebuah percekcokan kecil. Menurut “E” “S” merupakan guru ngaji yang masih terbilang baru, dan bukan warga blok sempur “S itu warga mana sih ? dia bukan warga sini, Saya sudah bertahun – tahun jadi guru mengaji disini”, ujar “E” saat terlibat ceckcok dengn “S”

“S” sendiri tidak tahu menahu soal masalah pembagian insentif tersebut, karena dia hanya diberi oleh Pemerintah, “Saya kan hanya dikasih, soal ada yang tidak kebagian itu bukan urusan saya” ujarnya.

Pembagian Insentif dari program mengaji memang sangat positif, namun tentunya itu perlu dilakukan secara adil dan merata, jangan sampai hal tersebut menimbulkan polemik ditengah – tengah Masyarakat, apalagi sampai membuat antar guru ngaji jadi cekcok hanya karena gara – gara tidak kebagian Insentif