Petani kapol
 
Pangandaranlife.com, - Kapol atau Kapulaga merupakan tanam herbal yang membentuk rumpun, bentuknya seperti tumbuhan jahe, dan dapat mencapai ketinggian 2 – 3 meter. Pada umumnya kapol tumbuh di hutan – hutan yang masih lebat. Kapol/Kapulaga dapat tumbuh dengan subur pada ketinggian 200 – 1.000 meter dia atas permukaan laut.

Menurut sejarahnya, kapulaga  lebih dikenal sebagai penyedap masakan, karena sifat dan aromanya yang khas, namun dalam perkembanganya kapulaga banyak sekali dijadikan bahan untuk obat, karena memang buah yang dihasilkan oleh Tanaman tersebut ternyata memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan sistem kekbalan tubuh, meningkatkan gairah seksual, kesehatan perut, jantung dll.

Di beberapa Desa di Kabupaten Pangandaran sendiri terdapat banyak Petani yang menanam tanaman ini, selain karena harga jualnya lumayan mahal juga proses penanam dan perawatannya pun terbilang mudah.

Enok (28) merupakan salah satu petani kapol yang berasal dari Desa Bungur Raya Kec. Langkaplancar mengaku bahwa harga kapol saat ini sedang mengalami penurunan dari harga awalnya seratus ribu rupiah per kilogram kini menjadi empat puluh lima ribu rupiah perkilonya.

“Sekarang harga buah kapol lagi turun, dulu Rp. 100.000 /kg sekarang jadi Rp. 45.000/kg” tutur Enok

Enok juga menambahkan penyebab turunnya harga Kapol tersebut bukan disebabkan karena akses jembatan yang rusak di Putrapinggan Kec. Kalipucang melainkan karena kondisi cuaca/hujan yang tidak menentu sehingga membuat mereka tidak bisa menjemur hasil panennya secara sempurna. Ketika sudah dipanen buah kapol akan langsung dijemur supaya kering untuk menghindari kebusukan.

 
 “Harganya turun bukan karena masalah transportasi atau jembatan yang rusak, tapi karena sekarang musim penghujan, cuacanya tidak menentu sehingga buah tidak bisa dikeringkan secara maksimal, sehingga buah yang tidak bisa kering secara maksimal tersebut harganya jadi turun karena buah yang tidak kering dengan baik bisa membusuk” Tambah Enok
 
SHARE THIS