Warga Cimerak Dikagetkan Penemuan Buaya 2,80 Meter


penemuan buaya di pantai madasari cimerak pangandaran


Warga Cimerak Dikagetkan Penemuan Buaya 2,80 Meter – Rabu (31/08/16) Warga Cimerak Kab. Pangandaran dikagetkan dengan penemuan seekor buaya yang ditemukan di kawasan di Pantai Madasari, Buaya tersebut memiliki panjang sekitar 2.80 Meter, lebar 37 CM dengan berat diperkirakan sekitar 110 KG lebih. Buaya tersebut kini sudah ditangkap dan diamankan oleh pihak BKSDA Kabupaten Pangandaran.

Penangkapan buaya tersebut merupakan hasil laporan dari salah seorang Nelayan karena sering melihat ada buaya yang berkeliaran sekitar 3 hari sebelum dilakukannya penangkapan tersebut. Diperkirakan buaya tersebut berasal dari muara sungai cimedang

Buaya adalah reptil bertubuh besar yang hidup di air. Secara ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota suku Crocodylidae, termasuk pula buaya sepit (Tomistoma schlegelii). Meski demikian nama ini dapat pula dikenakan secara longgar untuk menyebut ‘buaya’ aligator, kaiman dan gavial; yakni kerabat-kerabat buaya yang berlainan suku.

Buaya umumnya menghuni habitat perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya, namun ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikan, reptil dan mamalia, kadang-kadang juga memangsa moluska dan krustasea bergantung pada spesiesnya. Buaya merupakan hewan purba, yang hanya sedikit berubah karena evolusi semenjak zaman dinosaurus.

Dikenal pula beberapa nama daerah untuk menyebut buaya, seperti misalnya buhaya (Sd.); buhaya (bjn); baya atau bajul (Jw.); bicokok (Btw.), bekatak, atau buaya katak untuk menyebut buaya bertubuh kecil gemuk; senyulong, buaya jolong-jolong (Mly.), atau buaya julung-julung untuk menyebut buaya ikan; buaya pandan, yakni buaya yang berwarna kehijauan; buaya tembaga, buaya yang berwarna kuning kecoklatan; dan lain-lain.

Dalam bahasa Inggris buaya dikenal sebagai crocodile. Nama ini berasal dari penyebutan orang Yunani terhadap buaya yang mereka saksikan di Sungai Nil, krokodilos; kata bentukan yang berakar dari kata kroko, yang berarti ‘batu kerikil’, dan deilos yang berarti ‘cacing’ atau ‘orang’. Mereka menyebutnya ‘cacing bebatuan’ karena mengamati kebiasaan buaya berjemur di tepian sungai yang berbatu-batu.

Bila melihat dari habitat hidup buaya yang umumnya hidup di kawasan perariran sungai, danau atau rawa, maka ada kemungkinan habitat buaya yang ditemukan dikawasan pesisir Pantai Madasari tersebut mengalami kerusakan atau terganggu oleh keberadaan Manusia


Baca juga : Plang Menunjukan Arah Bandar Udara Nusawiru Bikin Heboh Netizen Pangandaran