Kemeriahan Pesta PON XIX Ditengah Kemiskinan Warga Jawa Barat

 
potret kemiskinan
Foto milik We Love Pangandaran / Pangandaran Berbagi @facebook
Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi, dari tahun ke tahun angka kemiskinan yang ada di Indonesia tidak terlalu begitu membaik, begitu pula dengan angka penganggurannya yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Ditengah – tengah kemiskinan rakyatnya,  ternyata Pemerintah Jabar masih bisa berpesta, bermegah – megahan, dengan nilai rupiah yang cukup fantastis. Coba saja lihat kemeriahan pesta yang digelar pada (17/9) untuk menyambut penyelenggaran PON XIX/2016.. 

Selama ini kita memang selalu melihat bahwa Pemerintahan kita terkesan senang berpoya – poya,  menghabiskan banyak biaya, yang katanya untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat, entah rakyat yang mana ?, entah rakyat yang seperti apa yang mereka maksud ? ujung – ujungnya banyak hal yang katanya untuk rakyat tapi malah dimakan oleh tikus – tikus yang rakus. Telah banyak rentetan kasus – kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat pemerintah, bahkan yang masih hangat saat ini adalah kasus korupsi Gula Impor yang dilakukan oleh ketua DPD I RI. Mungkin Masyarakat akan terus berharap dan berdo’a agar hal tersebut tidak terjadi lagi, namun nyatanya tidak demikian, kasus korupsi selalu ada saja, apalagi mengingat hukuman untuk para koruptor yang ada di Indonesia masih terbilang masih ringan sehingga tidak akan membuat para generasi korup selanjutnya merasa takut untuk melkukan hal yang sama.

Angka kemiskinan  yang ada di Kab.Pangandaran juga tidak bisa dibilang sedikit, bahkan sampai – sampai ada kegiatan Masyarakat yang berjudul “Pangandaran Berbagi” yang berdiri atas dasar keprihatinan melihat kondisi kemiskinan yang ada di Kab. Pangandaran, Kabupateng yang “katanya” punya penghasilan besar dari sektor Pariwisata “katanya” tapi faktanya itu semua tidak bisa menjamin kesejahteraan warganya. Jangankan menjamin kesejahteraan warganya, yang ada malah justru melakukan pemerasan terhadap warganya. Kasus fungli e-KTP dan fungli e-KTP expres yang cukup bayar 200 ribu maka e-KTP bisa langsung jadi hanya dalam waktu 2 hari, cukuplah menjadi cerminan bahwa selalu ada saja oknum – oknum korup yang bekerja secara terorganisir dalam ruang lingkup Pemerintahan, dan kita sebagai rakyatnya akan selalu berdo’a agar para pejabat/pemimpin yang punya niat buruk terhadap Negara ini supaya mendapat hidayah dan kembali kejalan yang benar.

Pesta kemeriahan PON Jabar yang berada di tengah – tengah kemiskinan rakayatnya cukup membuat dahi kita mengkerut, membuat dada kita sesak, pernahkah terpikir dalam benak mereka tentang rakyatnya yang masih kelaparan ditengah – tengah pesta tersebut ? rakyatnya yang tidur di emperan, rakyatnya yang tidak memiliki pekerjaan, rakyatnya yang setiap malam selalu menangis karena menanggung beban ekonomi yang dari hari kehari semakin melambung tinggi.

 “Halaah mereka itu sudah membawa takdirnya masing – masing, bukan urusan kita, itu urusannya Tuhan”

Sungguh ironis, ditengah – tengah kemisikinan Rakyatnya,  ternyata Jawa Barat masih bisa bersenang – senang dengan pesta yang begitu megah dan luar biasa itu. “Katanya” itu untuk kemajuan Jabar dan kesejahteraan rakyatnya juga, untuk Indonesia, semoga saja itu bukan hanya sekedar “lips service” saja,  dan kita lihat saja nanti, kemajuan dan kesejahteraan apa yang akan diperoleh khususnya Rakyat Jawa Barat dan umumnya seluruh Rakyat Indonesia.

Semoga Jabar bukan hanya “Kahiji” dalam bidang olahraganya saja, tapi juga harus “Kahiji” dalam bidang memberantas korupsi,  angka kemiskinan dan pengangguran.


Baca juga :