“YODE” Harta Karun Tersembunyi Dari Sungai Cikiray

 
Foto kerang yode yang sudah dewasa berawarna hitam dengan sedikit corak warna putih pada bagian atas kerang
“YODE” Harta Karun Tersembunyi Dari Sungai CikirayKerang adalah hewan air yang termasuk hewan bertubuh lunak (moluska). Dalam pengertian paling luas, kerang berarti semua moluska dengan sepasang cangkang (lihat Bivalvia). Dengan pengertian ini, lebih tepat orang menyebutnya kerang-kerangan dan sepadan dengan arti clam yang dipakai di Amerika

Yode merupakan sebutan untuk salah satu jenis kerang yang hidup di sungai air asin dengan tekstur tanah atau dataran yang agak sedikit berpasir dan berlumpur, jadi tidak semua Sungai bisa memiliki jenis kerang seperti ini.
Salah satu Sungai di Kab. Pangandaran yang memiliki jenis kerang seperti ini adalah Sungai Cikiray yang terletak di Desa Karangjaladri Kec. Parigi. Sungai Cikiray sudah lama sekali diketahui oleh warga sekitar memiliki banyak kerang yang disebut dengan nama Yode, perlu diketahui Yode sendiri tidak tersebar di semua tempat atau wilayah perairan sungai cikiray, Kerang Yode yang berada di Sungai Cikiray berada atau berkumpul di sebuah titik tepatnya di bawah atau sekitar jembatan Sungai Cikiray Blok Station Parigi. Jembatan ini juga merupakan salah satu jembatan penghubung untuk mencapai Pantai Bojong Salawe.

Tekstur tanah/pasir yang berada dibawah jembatan tersebut memang termasuk kedalam kriteria tanah yang disukai oleh kerang yode. Tekstur tanahnya bila digali memang agak seperti terlihat bercampur dengan pasir, pasir tersebut sangat di sukai yode sebagai tempat persembunyiannya, biasanya ketika di gali akan terlihat mulut/tentakel kerang yode yang menempel/tertancap ke pasir.

Yode yang masih kecil, cangkannya akan terlihat berwarna kuning keemasan. Sedangkan Yode yang sudah dewasa cangkannya akan berwarna hitam dan berwarna putih pada bagian ujung cangkannya. Untuk dapat menemukan/mendapatkan jenis kerang ini di Sungai Cikiray, kita hanya cukup melakukan penggalian menggunakan tangan sekitar 10 - 20 CM dari permukaan tanah/pasir. Bila tangan kita merasakan benda dengan bentuk yang agak sedikit meruncing, maka ada kemungkinan benda yang kita rasakan tersebut adalah kerang Yode, untuk memastikannya kita cukup mencabutnya, biasanya ketika di cabut mulut atau tentakel dari kerang Yode akan terlihat menjulur.

Sebelum dimasak, kerang ini perlu direndam terlebih dahulu 1 – 2 hari menggunakan air tawar. Kerang direndam dalam keadaan hidup – hidup, tujuannya adalah supaya kotoran – kotoran yang berada didalam kerang bisa di keluarkan. Ketika di rendam kita mungkin akan melihat kerang – kerang tersebut mengeluarkan tentakel berwarna putih, tentakel tersebut nantinya akan mengeluarkan kotoran yang terdapat didalam tubuhnya, ini bisa terlihat dari perubahan air yang ditujukan dalam beberapa waktu, ketika dalam satu hari kita sudah melihat kondisi air yang sudah kotor, maka kita bisa langsung menggantinya dengan air yang baru. Jadi proses penggantian air dalam waktu dua hari tersebut hanya di lakukan 1 kali saja, kemudin kita bisa langsung memasaknya.

Untuk cara memasak kerang ini sebenarnya sama saja dengan kerang – kerang jenis lainnya tergantung dari selera kita masing - masing, kita bisa memasaknya langsung bersama cangkanya, atau juga bisa direbus terlebih dahulu kemudian daginnya di pisahkan dengan cangkang lalu di campur dengan bahan makanan lainnya. Rasa dari kerang Yode ini agak sedikit kenyal dan gurih, rasanya tidak jauh berbeda dengan jenis kerang – kerang lainnya.

Proses pemisahan kerang dengan cangkangnya

Sungai cikiray yang menyimpan harta karun tersebut kini kondisinya cukup memprihatinkan, setiap harinya Sungai ini mendapatkan banyak limbah khususnya limbah cair/sabun yang berasal dari rumah – rumah warga yang tinggal di pinggiran Sungai, selain itu kebiasaan warga membuang sampah ke sungai semakin memburuk keadaan, Sungai semakin dangkal dan terlihat kotor. Bila kondisi ini terus dibiarkn maka keberadaan kerang Yode akan ikut terancam atau yang lebih parah lagi kerang tersebut akan jadi kerang yang tak layak di konsumsi karena telah terkontiminasi oleh limbah.

Perlu ada kesadaran Masyarakat dalam menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarang ke Sungai maka itu artinya kita sudah ikut untuk menjaga lingkungan. Selain itu Pemerintah juga harus terus mensosialisasikan tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya disini adalah lingkungan Sungai, selama ini belum terlihat secara jelas bentuk keperdulian Pemerintah terhadap lingkungan Sungai – Sungai yang ada di Kab. Pangandaran, jangankan untuk memberikan fasilitas kebersihan di Sungai, membeli baner untuk larangan buang sampah di sungai saja Pemerintah tidak mampu. 

 
Bila keadaanya terus menerus seperti ini, maka mungkin memang cita – cita Kab. Pangandaran untuk menjadi objek wisata yang mendunia adalah bualan atau omong kosong belaka, bila tidak ada kerja sama yang baik antara Pemerintah dan warganya mak semua cita – cita tersebut selamanya hanya akan menjadi mimpi.