Kisah Nyata : Seorang Pemuda di Pangandaran Putus Cinta Gara – Gara Ngapel Pake Motor Bektu


gambar ilustrasi motor bektu
Kisah Nyata : Seorang Pemuda di Pangandaran Putus Cinta Gara – Gara Ngapel Pake Motor Bektu – Putus cinta biasanya berkaitan dengan masalah ketidak cocokan dalam sebuah hubungan atau yang lebih rumit dari itu, tapi seorang pemuda di Pangandaran putus cinta hanya karena gara – gara dia ngapel ke rumah pacarnya pake motor bektu (bebek tua), mungkin ini bukan termasuk kedalam cerita yang menyedihkan tapi ada banyak pelajaran yang mungkin bisa kita ambil dari cerita ini.

Sekitar 4 tahun yang lalu seorang pemuda sebut saja namanya Wawan (nama samaran) yang berasal dari Kec. Langkaplancar pernah mengalami putus cinta, kejadian tersebut dipicu karena dirinya ngapel ke kosan pacarnya menggunakan motor bektu yang tak layak pakai, motor tersebut tidak memiliki lampu bahkan standar, sehingga waktu wawan menaruh motornya dengn cara menyandarkan di pohon kelapa yang berada tepat depan kosan sang pacar.


Kejadian tersebut membuat sang pacar malu sehingga tersulut emosinya dan membuat dia mengucapkan kata – kata kotor terhadap Wawan yang berbau penghinaan, dari situlah awal mula hubungan mereka putus, dan penyebab utamanya tentu saja adalah motor butut yang di pakai oleh Wawan.

Sebenarnya kisah cinta mereka berdua bermula dari sebuah sekolah yang berada di Kec. Cijulang, mereka berdua bersekolah di sekolah yang sama. Santi sebut saja namanya begitu, mulai tertarik ke kaka kelasnya yang bernama Wawan sejak pertama kali masuk sekolah, jadi sebenarnya kisah Cinta ini memang diawali dari ketertarikan Santi kepada Wawan. Hari demi hari berlalu akhirnya mereka memutuskan untuk jadian.

Waktu itu kurang lebih sekitar 1 minggu lebih hubungan mereka berjalan, hingga pada suatu malam Wawan mengendarai motor bektu untuk ngapel kosan Santi pacarnya. Sebenarnya memang jarak dari kosan Wawan ke rumah Santi tidak jauh, tapi mungkin waktu itu sudah menjadi hari yang naas bagi Wawan, Cintanya yang tulus justru dibalas dengan kata – kata kotor yang berbau penghinaan kepadanya, dan pada akhirnya Wawan memutuskan untuk mengakhiri hubungan tersebut.

Setelah 4 tahun berlalu Wawan akhirnya menikah, dia justru sekarang mendapatkan cinta yang tulus dari seorang wanita yang dia kenal 2 tahun yang lalu. Dia bertemu dengan wanita tersebut di sebuah pematang sawah, mereka berdua memang senang dalam bidang pertanian, mungkin sudah sama – sama cocok akhirnya mereka memutuskan untuk menikah, pernikahan tersebut cukup meriah. Sedangkan wanita yang dulu menghinanya (santi) masih belum menikah.

Wawan sebenarnya adalah tipe pria pekerja keras, bahkan sebenarnya dia memiliki harta yang banyak di desanya, dia mungkin saja sanggup membeli sebuah mobil sedan terbaru kalau dia mau, tapi mungkin dia berpfikir bahwa properti dengan kelas tinggi takan pernah sanggup mendatangkan cinta yang tulus dan sejati seperti yang dimilikinya saat ini.