Kawasan Konservasi Mangrove di Bojong Salawe Jadi Tempat Pembuangan Sampah

foto kawasan konservasi mangrove di Desa Karangjaladri Parigi
Kawasan Konservasi Mangrove yang terletak di dusun Bojong Salawe Desa Karangjaladri Kec. Parigi - Pangandaran. Kawasan konservasi tersebut berada di sekitar jembatan Sungai Cialit

Kawasan Konservasi Mangrove di Bojong Salawe Jadi Tempat Pembuangan Sampah – Kawasan Konservasi Mangrove yang berada di Dusun Bojong Salawe Desa Karangjaladri Kec. Parigi Kab. Pangandaran merupakan Kawasan Konservasi yang berhasil dikembangkan melalui program bakti Mahasiswa Universitas Pasundan Bandung. Kawasan Konservasi ini tidak  jauh dari wilayah pesisir Pantai Bojong Salawe, Kawasan konservasi tersebut terletak di sekitar Sungai Cialit atau tepatnya di sekitar jembatan sebelum memasuki wilayah objek wisata Pantai Bojong Salawe.

 
Konservasi Mangrove ini tentu saja tujuannya utamanya adalah untuk melestarikn keberadaan pohon mangrove itu sendiri khususnya untuk wilayah di sekitar pesisir Pantai Bojong Salawe. Dengan adanya pohon mangrove diharapkan ekosistem yang berada di sekitar Sungai Cialit bisa lebih baik lagi, selain itu juga nantinya keberadaan mangrove tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata untuk Pantai Bojong Salawe.

Tapi sayang, hasil kerja keras Mahasiswa dan Pemerintah tersebut harus dicederai oleh perilaku warga masyarakat sekitar yang sering membuang sampah ke sungai, bahkan dengan secara sengaja menjadikan Sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Padahal di Sungai tersebut sekarang ini sudah menjadi kawasan konservasi mangrove yang tujuannya adalah untuk memperbaiki ekosistem yang berada di sekitar Sungai. 

Air Susu dibalas dengan air tuba, mungkin itulah pribahasa yang cocok untuk menggambarkan situasi diatas. Di satu sisi ada manusia – manusia yang ingin memperbaiki ekosistem di sekitar sungai, namun disisi lain malah ada manusia – manusia yang tidak bertanggung jawab justru melakukan hal yang sebaliknya yaitu merusak ekosistem sungai. Perbuatan tersebut bisa di katakan sebagai perbuatan dzolim, dan merupakan sebuah dosa yang seharusnya tidak terus menerus di lakukan.


fota sampah yang berada di sekitar mangrove
Di ujung jembatan sekitar Sungai terlihat banyak sekali sampah – sampah plastik yang berceceran, dan ketika air sedang rob ada sebagian sampah yang terbawa hanyut sampai ke wilayah pesisir Pantai Bojong Salawe, sangat masuk akal bila sampah – sampah yang sekarang ini berserakan di  sekitar Pantai merupakan Sampah yang disumbangkan dari wilayah lain yang terbawa hanyut saat terjadinya pasang surut air laut.


Bila tidak ada tindakan yang tegas dari Pemerintah untuk menangani masalah diatas, maka bisa di pastikan suatu saat nanti Pantai dan Sungai – sungai yang ada di wilayah Kab. Pangandaran akan mengalami kerusakan. Harus ada ketagasan dari Pemerintah Pangandaran untuk mengatasi permasalahan mengenai warga yang sering buang sampah ke sungai, kalau perlu hukum mereka yang tertangkap tangan sedang membuang sampah ke Sungai. 

Pemerintah memang sepertinya tidak serius, bahkan untuk membuat larangan membuang sampah di sekitar Sungai saja Pemerintah sepertinya tidak mampu/sanggup membiayayainya, untuk kepentingan bersama mungkin tidak mampu,  tapi mungkin kalau untuk kepentingan kampanye atau memperebutkan kursi kepemimpinan, pasti mereka sanggup mengeluarkan biaya sampai ratusan juta rupiah, demi kekuasan apapun pasti dilakukan.