Berburu Udang Vaname di Pelabuhan Pantai Bojong Salawe

berburu udang menggunakan cantelan
Foto udang vaname yang berhasil ditangkap menggunakan alat cantelan
 
Berburu Vaname di Pelabuhan Pantai Bojong Salawe - Tidak banyak yang tahu kalau ternyata di sekitar kubangan yang terdapat di pelabuhan Pantai Bojong Salawe memiliki banyak kehidupan, salah satunya di tempat tersebut terdapat banyak udang vaname.

Udang vaname tersebut berasal dari Sungai sebelah selatan yang dibatasi oleh jalan yang juga berfungsi sebagai bendungan agar air Sungai tidak mengalir secara bebas ke arah kubangan/pelabuhan. Air Sungai sebenarnya masih bisa masuk melalui celah - celah batuan, dan celah tersebut kemungkinan menjadi celah masuknya udang - udang vaname sehingga bisa berkembang biak di tempat tersebut. Selain itu juga ada kemungkinan udang vaname tersebut merupakan udang yang kabur dari keramba apung milik warga.

Kubangan besar yang ada di Pantai Bojong Salawe itu sering disebut juga sebagai "babalongan" atau dalam bahasa indonesia disebut "empang" karena memang bentuknya seperti layaknya sebuah empang. 
Udang vaname sering disebut warga Pangandaran sebagai "Hurang Bubuy" yaitu merupakan nama yang diambil dari kebiasaan udang itu sendiri yang sering membenamkan dirinya kedalam pasir untuk berkamuplase menghindari para predator. Ditemukan sekitar 3 jenis udang yang hidup di Kubangan Pelabuhan Pantai Bojong Salawe :

1. Udang Vaname Puith / Hurang Bubuy Biasa

Gambar hurang bubuy/vaname
Meskipun mereka sering berkamuplase dengan cara membenamkan diri kedalam pasir, tapi terkadang mereka (udang)  juga lebih banyak terlihat di pinggir bebatuan jembatan pelabuhan.

2. Udang Tepus/Hurang Tepus

Gambar udang tepus
Udang ini bentuknya masih mirip dengan udang Vaname/bubuy, hanya saja udang ini berwarna hitam, dengan garis coklat pada bagian punggunnya. Garis coklat pada punggunya sering digunakan udang ini untuk berkamuplase dengan rerumputan ataupun akar - akar pepohonan. Udang ini bisa tumbuh melebihi ukuran jempol kaki orang dewasa. Udang tepus ini juga sering disebut sebagai udang macan, karena memiliki warna loreng - loreng

Dibandingkan udang vaname, udang tepus ini relatif lebih tenang dan tidak terlalu sensitif terhadap pergerakan diluar, mungkin karena mereka merasa aman dengan kamuplasenya. Udang ini memang sangat pandai dalam berkamuplase diantara bebatuan hitam/coklat yang ada disekitar pelabuhan Pantai Bojong Salawe, bila tidak jeli, mata kita bisa saja tertipu oleh kamuplase dari udang ini

3.  Udang Jambu Kecil Berkumis Merah

udang jambu
Bentuknya juga hampir mirip dengan udang Vaname, hanya saja ukurannya tidak lebih dari ukuran sebuah pulpen. Udang ini memiliki kebiasaan melayang di air dan bisanya juga hidup berkelompok seperti halnya udang Vaname. Melayang maksudnya bukan berarti berada di permukaan air, melainkan udang ini tidak menyentuh permukaan pasir/bebatuan.
Masyarakat Pangandaran terutama para nelayan/mereka yang hidup di lingkungan sekitar pantai memiliki cara unik/tradisional untuk memburu/menjerat  udang, yaitu dengan menggunakan serat dari pohon pisang yang kemudian disandingkan dengan satu batang lidi. Batang lidi/daun kelapa kemudian di rangkai, satu serat pohon pisang kemudian di tempel ke batang lidi dan dibentuk seperti sebuah lingkaran.



Alat penangkap udang tradisional yang terbuat dari serat pohon pisang,
Alat yang digunakan untuk berburu/memancing udang bernama "cantelah" berasal dari "nyantel" yang berarti "mengait". Konsep kerja dari cantelah ini adalah sebagai berikut :

Batang lidi yang telah diberi serat pohon pisang yang dibentuk bulat pada ujungnya tersebutlah yang digunakan untuk menjerat udang. Lingkaran yang berada di ujung lidi dimasukan kedalam lubang mata udang kemudian menariknya ke sebalah kiri jika dimasukan dari sebalah kanan, dan sebaliknya jika dimasukan dari sebelah kiri maka kita perlu menariknya dari sebelah kanan. Serat dari pohon pisang yang masuk kedalam mata udang akan secara otomatis mengunci mata udang ketika ditarik