Akibat Banjir Rob Para Pemilik Tambak di Pangandaran Mengaku Rugi Puluhan Juta


Foto Air Rob Besa yang masuk ke tambak warga pangandaran

Akibat Banjir Rob Para Pemilik Tambak di Pangandaran Mengaku Rugi Puluhan Juta - Rob atau banjir air laut adalah banjir yang diakibatkan oleh air laut yang pasang yang menggenangi daratan, merupakan permasalahan yang terjadi di daerah yang lebih rendah dari muka air laut. Di Semarang permasalahan Rob ini telah terjadi cukup lama dan semakin parah karena terjadi penurunan muka tanah sedang muka air laut meninggi sebagai akibat pemanasan suhu bumi.

Rob menjadi permasalahan di kota-kota seperti Semarang, Jakarta serta kota-kota yang berada di Pantura Jawa dan akan menjadi permasalahan besar dikemudian hari sejalan dengan pemanasan suhu dunia dan tidak terkendalinya penyedotan air tanah sehingga muka tanah turun.

Pada awal bulan Ramadan Juni 2016 sebenarnya beberapa daerah di Pangandaran terutama untuk daerah sungai dan pesisir pantai mengalami rob besar, beberapa warga yang tinggal disekitar sungai atau pesisir pantai rumahnya digenangi air rob. Sementara itu akses wisata ke daerah pesisir/objek wisata pantai pangandaran, dan pantai lainnya saat ini masih ditutup

Beberapa pemilik tambak yang ada di Kab. Pangandaran, seperti di Desa Margacinta Cijulang, Dusun Bojongsalawe mengaku rugi puluhan juta rupiah, karena ikan dan udang yang ada di tambak mereka sebagian hilang terbawa banjir rob. 

Beberapa anak dan nelayan juga ada yang memanfaatkan momen ini untuk memancing, ada juga nelayan yang mengaku mendapatkan untung besar dari kejadian ini, mereka ada yang mendapatkan banyak udang hasil dari limpasan air rob yang masuk ke tambak - tambak milik warga