Pangandaran Gadeng Lagi


Photo Petani yang sedang Gadeng
 
Pangandaran Gadeng Lagi, di Pertengahan dan penghujung bulan maret 2016 ini beberapa daerah di Kab. Pangandaran sudah masuk ke musim panen padi. Pada bulan ini juga sebenarnya telah masuk ke musim buah – buah seperti, buah Manggis, Pisitan, Dukuh dan Rambutan.

Berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, tahun kali ini Panen Padi di beberapa daerah Pangandaran terasa lebih kompak, maksudnya semua daerah melakukan Panen Padi pada bulan ini seperti salah satunya Desa Parigi, Cijulang, dan Ciliang sehingga ini juga merupakan sebuah keuntungan bagi para penyedia jasa tukang panen padi atau disebut dengan istilah tukang gadeng untuk mengambil keuntungan dari jasa yang diberikannya, karena itu tadi panen tahun kali ini lebih kompak sehingga tukang gadeng tidak perlu berebut area sawah dengan para tukang gadeng dari daerah lainnya.

Gadeng adalah kata yang diambil bahasa sunda, istilah atau sebutan untuk orang – orang yang bisa memberikan bantuan/jasa kepada para pemilik sawah untuk memanen padi. Umumnya pah yang diberikan kepada tukang gadeng ini bukanlah dalam bentuk uang tapi dalam bentuk padi/gabah dan hasil dari gadeng atau padi yang mereka ambil menentukan keuntungan yang bisa mereka dapatkan, missal : Ketika seorang tukang gadeng mendapatkan 1 (satu) karung gabah, maka hasilnya tersebut harus dibagi kepada pemilik sawah. Hitungan dasarnya adalah 20/4 maksudnya 20 kulak kepada si pemilik sawah dan 4 kulak ke si tukang gadeng.

Selain itu juga ada istilah Gacong. Gacong juga masih sama dengan Gadeng tapi yang membedakannya hanyalah upahnya saja, yaitu 20/3  lebih rendah dari pada Gaden, Panen kali ini memang membawa berkah tersendiri khususnya para Petani, Tukang Gadeng dan umumnya seluruh masyarakat Kab. Pangandaran