5 Kecamatan di Pangandaran yang Terkena Dampak Gelombang Tinggi

5 Kecamatan di Pangandaran yang Terkena Dampak Gelombang Tinggi

Tags: 
Berita Pangandaran

Pangandaranlife.com, Rabu (25/07/18) Gelombang tinggi air laut yang terjadi di beberapa wilayah paesisir Pantai di Kab. Pangandaran mengakibatkan beberapa kerusakan dan kerugian. Berdasarkan laporan yang berhasil dihimpun dari situs Pangandaran Actual Disaster terdapat setidaknya lima kecamatan yang terkena dampak kerusakan akibat adanya gelombang  tinggi air laut, diantaranya Kecamatan Parigi, Pangandaran, Cimerak dan Kecamtan Kalipucang . Berikut ini merupakan data – data kerusakan yang terdapat di lima kecamatan akibat gelombang tinggi

Baca juga : Pasang Air Laut Besar, Air Pantai Batu Hiu Sempat Meluber Ke Jalan

Dampak Kerusakan
1. imerak

  • Desa Ciparanti. : 2 Unit Warung
  • Desa Legokjawa : Dinding Taman Penahan Air Laut Pacuan Kuda
  • Desa Masawah : 30 Warung Terdampak

2. Cijulang 

  • Desa Batukaras : 2 Unit Perahu

3. Parigi 

  • Desa Ciliang :
    - Tembok pembatas mengalami kerusakan sepanjang 30 Meter, 
    - Abrasi sepanjang bibir pantai, 1 Masjid terdampak tidak ada kerusakan,
    - 50 Warung terdampak tidak ada kerusakan

4. Pangandaran 

  • Desa Pangandaran : 2 Unit Perahu + 1 Unit Mesin Kubota 7Pk
  • Desa Babakan : 7 Unit Perahu

5. Kalipucang 
• Desa Bagolo : 14 Unit Warung Rusak a.n :
– Aisyah (Rusak Ringan)
– Purwanto (Rusak Sedang)
– Saepudin (Rusak Ringan)
– Iwan (Rusak Ringan
– Tama (Rusak Sedang)
– Nindis (Rusak Sedang)
– Rusmana (Rusak Ringan)
– Rohman (Rusak Sedang)
– Karsidin (Rusak Ringan)
– Satinem (Rusak Ringan)
– Saeli (Rusak Ringan)
– Suryati (Rusak Berat)
– Jari (Rusak Sedang)

Taksiran Kerugian
1. Cimerak 

  • Desa Ciparanti. : Rp. 10.000.000,-
  • Desa Legokjawa : Rp. 7.000.000,-

2. Cijulang 

  • Desa Batukaras : Rp. 25.000.000,-

3. Parigi 

  • Desa Ciliang : Rp. 40.000.000,-

4. Pangandaran 

  • Desa Pangandaran : Rp. 37.500.000,-
  • Desa Babakan : Rp. 87.500.000,-

5. Kalipucang 

  • Desa Bagolo : Rp. 80.000.000,-

Menurut BMKG Gelombang tinggi ini diakibatkan kondisi cuaca signifikan tersebut ialah masuknya periode puncak musim kemarau (Juli-Agustus) khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan (Jawa, Bali, Nusa Tenggara).

Sementara itu saat ini (27/07/18) kondisi seluruh pesisir Pantai yang terdapat di Kab. Pangandaran kembali normal seperti biasanya. Pihak Balawisata Pangandaran juga memastikan bahwa kondisi Pantai – pantai di Pangandaran dalam keadaan aman  bagi para wisatawan yang ingin berwisata kembali ke Kab. Pangandaran 
 

SHARE THIS