Ulat Bengsrat, Si Kecil Yang Mematikan

Ulat Bengsrat, Si Kecil Yang Mematikan

Tags: 
Blog

Ulat dengan panjang 2 – 3 cm ini oleh masyarakat Sunda khususnya di Kab. Pangandaran dikenal dengan nama bengsrat atau dalam bahasa sunda disebut ‘Hileud Bengsrat’.

Sturuktur tubuhnya mirip seperti lintah darat, tekstur tubuhnya kenyal, berwarna hijau kekuning – kuningan dengan garis hitam dibagian tengah tubuhnya. Pada bagian pinggir tubuhnya terdapat kurang lebih sekitar 19-20 bagian – bagian runcing yang dilengkapi dengan bulu – bulu sedangkan bagian bawah tubuhnya berwarna hitam. Ulat Bengsrat hidup pada daun – daun pepohonan, saat ditemukan ulat ini berada dibagian bawah daun pisang sehingga terkadang keberadaan mereka jarang sekali disadari oleh manusia. Saat ditemukan terdapat 1 – 4 ulat dalam  satu pohon pisang namun posisi antar ulat sedikit berjauhan 

20170430_095548.jpg

Mungkin tidak ada yang menyangka kalau ulat kecil nan cantik  ini sangat berbahaya bila terkena kulit manusia, ulat ini tidak seperti ulat pada umumnya yang dapat menyebabkan rasa gatal ketika bersentuhan dengan kulit,  efek yang ditimbulkan oleh ulat bengsrat ini ketika pertama kali kulit bersentuhan dengan tubuh/bulunya adalah seperti terkena oleh sayatan pisau/silet kemudian diikuti dengan rasa nyeri pada bagian kulit yang bersentuhan.

Dalam beberapa contoh kasus sengatan 1 ulat bengsrat ini dapat mengakibatkan pembengkakan yang disertai rasa sakit seperti tusukan pada bagian kulit yang bersentuhan .Bila diperhatikan dalam beberapa menit setelah terkena sengatan ulat bengsrat, kita akan melihat titik tertentu pada kulit yang terlihat bentol seperti terkena gigitan nyamuk. Bila kulit yang terkena sengatan tersebut tidak langsung diobati maka efek rasa sakit akan bertahan cukup lama. Meskipun durasi sentuhan antara kulit dengan ulat bengsrat berlangsung sangat singkat, namun tetap saja akan ada efek yang ditimbulkan, tidak bisa dibayangkan jika seandainya ada kontak antara kulit  dengan ulat bengsrat yang dibuat secara sengaja dengan durasi yang panjang,  mungkin rasa sakitnya akan jauh lebih parah

Ketika jaman dahulu saat ada orang yang terkena sengatan ulat ini, masyarakat melakukan pengobatan dengan menggunakan buah pohon cariang atau dalam bahasa sunda disebut ‘beti cariang’ yaitu semacam pohon talas yang biasanya hidup dihutan. Buah pohon cariang digosok – gosok pada bagian kulit yang terkena sengatan dengan tujuan untuk menghilangkan efek racun ulat bengsrat yang terdapat pada bagian kulit yang tersengat. Namun saat ini kita bisa menggunakan pengobatan jenis lain yaitu dengan cara memberikan balsam pada bagian kulit yang terkena sengatan. Efek panas yang terdapat pada balsam dapat menghilangkan rasa nyeri pada kulit yang tersengat secara bertahap.

Saat kamu melakukan aktifitas dihutan atau jika kamu menemukan ulat ini didedaunan sebaiknya berhati – hatilah, jangan sampai kulitmu bersentuhan secara langsung dengan tubuhnya

 

SHARE THIS