Ketika Pangandaran Belum Bisa Buang Sampah Pada Tempatnya

Ketika Pangandaran Belum Bisa Buang Sampah Pada Tempatnya

 

Suatu pagi disalah satu Pantai yang ada di Pangandaran, sedang menikmati lembayung pagi, deburan ombak yang terasa begitu nikmat. Tiba – tiba perhatian teralihkan pada sampah yang tercecer dan menumpuk diradius 100 meter dari Pantai, entah dari mana sampah – sampah tersebut berasal, dan yang jelas bukan dari langit.

Ceceran sampah tersebut mungkin tidak akan pernah selesai hanya dengan membuang sampahnya saja, meskipun itu memang membantu. Tapi akan sangat merepotkan sekali jika kita harus membersihkannya setiap hari karena masih ada tetangga kita yang belum sadar tentang betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, selain perlu membersihkannya, maka yang tidak kalah penting lagi adalah menyadarkan tetangga kita untuk tidak membuang sampahnya secara sembarang.  Padahal dari mulai TK/PAUD, sampai jadi Sarjana hari ini, gurunya mengajarkan agar tidak buang sampah sembarang, meskipun gurunya sendiri setiap hari buang sampahnya ke sungai. Nah Ini mungkin adalah dasar pemikiran untuk tulisan yang mungkin tidak terlalu enak untuk dibaca

Cita – cita untuk menjadi salah satu destinasi wisata yang mendunia mungkin hanya akan menjadi sebuah cerita fiksi belaka, apalagi cita – cita dan tujuan mulai Pemerintah justru berbenturan dengan perilaku warganya yang masih belum sadar tentang betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dari mulai sungai, pantai dan lingkungan sekitar.

Selain adanya usaha untuk membersihkan sampah yang kita lihat saat berwisata atau tercecer dipantai, juga sangat penting sekali menumbuhkan rasa keperdulian secara utuh kepada orang – orang yang setiap harinya menyumbang sampah yang dibuang secara sembarang. Jadi ada 2 hal yang perlu diupayakan, pertama jika ada sampah yang tercecer di Pantai kita ambil lalu buang ke tempat yang tersedia, kedua mengingatkan tetangga atau wisatawan agar tidak membuang sampahnya secara semabarang, kurang lebih begitu sederhananya.

Bicara soal membuang sampah pada tempatnya, sepertinya memang Pemerintah Pangandaran sendiri masih kebingungan mau membuang sampahnya kemana. Bisa kita lihat dan perhatikan setiap pagi di Alun – alun Parigi – Pangandaran, kemana para pengangkut sampah yang menggunakan motor itu membuang sampahnya ? atau perhatikan tetangga – tetangga kita yang tinggal dibantaran sungai yang ada dibeberapa daerah di Pangandaran, kemana mereka membuang sampahnya ? adakah yang bisa menjamin kalau mereka tidak membuang sampahnya ke Sungai ?

Jadi sampai disini, kita jadi paham pokok permasalahannya mengapa Pangandaran masih belum bisa buang sampah pada tempatnya. Pertama selain minimnya kesadaran masyarakatnya tentang menjaga lingkungan  juga dikarenakan memang tempat khusus untuk membuang sampahnya  tidak ada. Sehingga akhirnya lahan kosong atau kebun milik orang lain jadi korbannya, atau solusi paling gampang membuang sampahnya ke sungai lalu akhirnya terbawa juga ke Pantai. Generasi kita saat ini belum bisa merasakan akibat dari kekeliruan yang dilakukan, mungkin generasi selanjutnya yang akan merasakan dampaknya, terutama jika perilaku buruk membuang sampah sembarang ini masih dipertahankan.  

Pangandaran mungkin harus belajar banyak dari Bali, mereka sudah mengimplementasikan yang namanya “Kebersihan Sebagian Dari Iman”. Semuanya memang butuh waktu, entah kapan dan siapa yang bisa mewujudkan Pangandaran yang benar – benar menjadi Pangandaran Hebat.

Terakhir, Jangan lupa berlibur ke Pangandaran, lalu bersyukur masih bisa melihat Pangandaran yang saat ini masih indah,nyaman dan aman untuk ditinggali.

 

Add new comment

SHARE THIS