Masalah – Masalah Yang Terdapat di Pantai Pangandaran & Upaya Penanggulangannya

Foto milik : @facebook aditya cipta Gumilar

Kabupaten Pangandaran memang memiliki banyak wilayah perairan sehingga tak heran jika wisata yang ditawarkannya  adalah  wisata air.  Salah satu wisata air yang masih menjadi favorite saat ini adalah Pantai Pangandaran.

Pantai Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata yang masih tetap memikat hati para wisatawan, fasilitas atau infrastruktur yang terdapat di Pantai ini bisa dibilang sudah lengkap, dari mulai penginapan/hotel, restauran, tempat beribadah dll, sehingga tak heran Pantai Pangandaran selalu mendapatkan banyak kunjungan.

Akhir – akhir ini masalah pencemaran lingkungan yang terdapat di Kabupaten Pangandaran sedang menjadi sorotan, bagaimana tidak, Kabupaten yang katanya bercita – cita menjadi salah satu destinasi wisata dunia ini ternyata masih belum bisa mengatasi masalah – masalah yang ada terutama masalah pencemaran lingkungan.

Banyak masalah yang harus dibenahi oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran, khususnya dalam pengelolaan dan penataan objek wisata Pantai Pangandaran. Berikut ini adalah beberapa Masalah – Masalah Yang Terdapat di Pantai Pangandaran
  1. Tidak Ada Pembuatan Zona Atau Pembagian Area
    Zonasi kawasan mungkin merupakan isu yang paling penting di pantai Pangandaran. Masalah yang diakibatkan tidak adanya zonasi dapat kita lihat terutama di kawasan pantai barat. Hamparan pasir yang cukup lebar menjadi lokasi untuk berbagai macam kegiatan yang saling tumpang tindih. Nelayan yang menangkap ikan dengan pukat; pengunjung yang mandi di air laut, bermain bola, berfoto-foto, duduk-duduk di pasir, menonton aktifitas nelayan; pedagang yang menjual makanan, souvenir; penjual jasa yang menyewakan kuda, motor pasir; pemilik perahu yang menyeberangkan pengunjung ke pasir putih, semuanya dilakuka dalam satu kawasan tanpa pembatasan area operasi. Sebenarnya tumpang-tindih ini bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan semua pihak, karena itu sebaiknya dibuat pembagian kawasan untuk masing-masing pihak yang memanfaatkan kawasan pantai.
     
  2. View laut yang terhalang kios
    Masalah yang satu ini mungkin tidak hanya terjadi di Pantai Pangandaran, tetapi hampir disemua tempat di Indonesia. Pemandangan indah yang sebenarnya adalah milik umum dihalangi oleh bangunan-bangunan tidak resmi yang secara visual juga tidak menarik. Bangunan-bangunan kios diatas pasir di tepi jalan menghalangi pemandangan kita dari jalan yang membujur di sepanjang pantai, yang tersisa hanya pemandangan kios dengan barang dagangannya dan sedikit celah yang mengizinkan mata kita memandang ke laut dari jalan. Kios-kios ini tidak hanya terdapat di pantai barat, kondisi pantai timur juga tidak lebih baik dari pantai barat.
     
  3. Drainase Yang Buruk
    Sistem drainase yang buruk akan terlihat jelas pada saat hujan lebat hingga beberapa jam setelah hujan reda. Pembangunan kawasan pemukiman yang pada saat ini banyak di ubah menjadi penginapan-penginapan tampak tidak memperhatikan saluran air permukaan yang sehingga pada beberapa lokasi air menggenang dan membuat pejalan kaki tidak merasa nyaman. Pada saat hujan lebat kita dapat melihat air mengalir deras diatas permukaan jalan-jalan disekitar pemukiman, padahal jaraknya hanya 150 meter dari garis pantai.
     
  4. Sistem Pengelolaan Sampah Pantai Yang Masih Buruk
    Sistem Pengelolaan Sampah di Pantai Pangandaran dinilai masih buruk, banyak sampah – sampah yang tercecer disekitar Pantai, terutama ketika hari – hari dimana Pantai mendapatkan banyak kunjungan.


    Selain karena masalah individu yang tidak sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, ketersedian tempat pembuangan sampah serta petugas kebersihan masih dirasa sangat minim merupakan salah satu buruknya sistem pengelolaan sampah di Pantai Pangandaran

Langkah/Upaya Penanggulangan
Pemerintah Kabupaten Pangandaran tentunya tidak hanya bisa berdiam diri saja, perlu ada langkah pasti dan mengupayakan supaya masalah – masalah yang ada bisa diselesaikan. Pemerintah memiliki otoritas yang tinggi, memiliki kekuasan yang harus digunakan untuk kemahslahatan bersama. Ada Beberapa hal yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan atau dijadikan Pemerintah dalam upaya penyelesaian masalah yang ada terutama untuk masalah pencemaran lingkungan :
  1. Memperbanyak Petugas Kebersihan
    Bila memang Kabupaten Pangandaran tidak memiliki banyak anggaran untuk menambah petugas kebersihan, Pemerintah bisa saja melibatkan tokoh – tokoh yang dianggap memiliki keperdulian terhadap lingkungan. Bila diperhatikan ternyata banyak komunitas – komunitas pencinta lingkungan di Kabupaten Pangandaran yang mau bekerja tanpa dibayar untuk membersihkan lingkungan Pantai.


    Pemerintah perlu menggandeng dan memperhatikan komunitas – komunitas yang memang memiliki rasa cinta terhadap Kabupaten Pangandaran, mereka bisa menjadi ujung tombak sekaligus dapat meringankan beban Pemerintah dalam upaya penanganan masalah pencemaran lingkungan yang terdapat di Kabupaten Pangandaran khususnya di Pantai Pangandaran

  2. Memperbanyak Fasilitas/Tempat Pembuangan Sampah
    Bila dilihat dan diperhatikan ternyata di kawasan Pantai Pangandaran keberadaan tempat pembuangan sampah masih sangat sedikit. Dengan memperbanyak tempat pembuangan/tong sampah memang tidak semerta – merta bisa mengurangi dampak pencemaran lingkugan namun minimalnya hal tersebut bisa sedikit menekan terjadinya pencemaran terutama pencemaran yang disumbangkan oleh para wisatawan yang malas dan tidak mau berjalan menghampiri tempat pembuangan sampah yang letaknya jauh, dengan memperbanyak tong sampah pada area – area tertentu yang tidak jauh letaknya diharapkan wisatawan yang malas mau membuang sampahnya ke tong sampah terdekat

  3. Sosialisasi
    Salah satu hal yang tak kalah penting dalam upaya penanggulangan/penyelesaian masalah pencemaran lingkungan adalah dengan melakukan banyak sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan. Hasil kerja keras Pemerintah dalam upaya penanggulangan masalah pencemaran lingkungan akan sia – sia bila Pemerintah tidak melakukan sosialisasi tentan pentingnya menjaga lingkungan, sosialisasi harus dilakukan secara masive sehingga diharapkan nantinya akan tertanam rasa kecintaan terhadap lingkungan

  4. Membuat Peraturan/Sanksi Tegas
    Langkah terakhir yang mungkin bisa dilakukan Pemerintah adalah dengan membuat Peraturan yang tegas terutama bagi para penyumbang kerusakan lingkungan Pantai, bisa berupa sanksi teguran, denda uang atau hukuman penajara.


Pemerintah Kabupaten Pangandaran tidak bisa bekerja sendirian dalam upaya menangani masalah pencemaran lingkungan khususnya yang terdapat di Pantai Pangandaran. Pemerintah harus bersinergi dengan warganya, menanamkan nilai – nilai yang luhur kepada mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan. Semua hal tersebut tentunya untuk kepentingan bersama sehingga cita – cita Kabupaten Pangandaran agar menjadi destinasi wisata mendunia bisa terwujud. 

Baca juga :