Jalan Bagus, Akses Menuju Desa Penghasil Kapol di Pangandaran Jadi Lancar

Jalan Bagus, Akses Menuju Desa Penghasil Kapol di Pangandaran Jadi Lancar


 Jalan Bagus, Akses Menuju Desa Penghasil Kapol di Pangandaran Jadi Lancar

Pangandaranlife.com, - Jalan merupakan prasarana trasnportasi yang memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang kemajuan suatu daerah, kabupaten, provinsi ataupun negara. Jika jalan untuk akses transportasi baik maka akan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi di suatu daerah, dimana orang akan lebih terdorong untuk berpergian, mengirim barang atau membeli barang dari atau ke suatu daerah. 

Akses jalan yang baik dapat memperlancar kegiatan ekonomi, sebuah komoditi dapt mengalir dari sebuah pasar ke pasar lain yang terdapat di luar daerah, hal ini juga berpengaruh terhadap berkembangnya perekonomian disepanjang lintasan jalan, seperti contoh dipertengahan lintasan jalan utama yang menghubungkan kawasan wisata - wisata di pangandaran, penduduk dapat mendirikan warung – warung, restoran, dsb. Penduduk dapat menjual makanan kepada para wisatawan yang melewati jalur wisata. Semua hal ini tentunya sangat disadari oleh Pemkab Pangandaran, sehingga pada awal tahun 2018 ini  akses jalan yang  menuju beberapa tempat wisata di Kab. Pangandaran sudah selesai diperbaiki.

Desa Bungur Raya Kec. Langkaplancar merupakan salah satu Desa penghasil buah kapol. Pada umumnya masyarakat yang berada/tinggal didaerah perbukitan di Kab. Pangandaran mereka banyak bertaniberprofesi sebagai petani, dan salah satu komoditi yang cukup diminati adalah Kapol. Desa Bungur Raya yang berada di Langkaplancar bukan satu – satunya desa yang menghasilkan buah kapol, beberapa daerah/desa khususnya di Langkaplancar banyak yang menanam buah kapol, semua itu karena memang buah kapol memiliki harga jual yang cukup stabil serta banyak bandar – bandar yang siap menadah hasil panen dari para petani kapol.

Pada juli 2016 pangandaranlife.com pernah berkunjung ke desa bungur raya kec. Langkalancar, akses jalan menuju desa ini sangatlah buruk (waktu itu masih dalam proses perbaikan) sehingga untuk mencapai lokasi desa ini membutuhkan waktu sekitar 2 s.d 3 jam. Sedangkan sekarang ini pada (5/1/2018) terpantau akses jalan menuju desa ini sangat lancar sehingga waktu tempuh untuk mencapai desa ini jadi berkurang, dari Desa Parigi untuk mencapai Desa Bungur raya hanya butuh waktu tempuh yaitu 1 jam saja.

Jalan yang sudah dalam kondisi bagus ini adalah merupakan jalan kabupaten, jalan ini juga merupakan jalan alternatif yang menghubungkan Kab. Pangandaran dan Kab. Banjar yang dimana Desa Bungur Raya menjadi titik persimpangannya . Dulu ketika Jembatan Ciputrapinggan patah, banyak masyarakat yang menggunakan jalan alternatif ini. 

Jalan yang sudah dalam kondisi bagus ini juga merupakan jalan yang menuju ke beberapa titik tempat wisata yang ada di Kec. Parigi, seperti Objek Wisata Jojogan, Pepedan Hills, Objek Wisata Santirah, dan kemudian  objek wisata yang ada di Kec. Langkaplancar  seperti salah satunya adalah Objek Wisata Goa Lengkob dan Bukit Baruno. Sehingga tentunya ini akan semakin merangsang minta para wisatawan untuk berkunjung ke tempat – tempat wisata lainnya yang terdapat di Kab. Pangandaran, khususnya yang berada di Kec. Parigi dan Kec.Langkaplancar




Wabup Pangandaran Pimpin Pelepasan Penyu di Pantai Batu Hiu

Wabup Pangandaran Pimpin Pelepasan Penyu di Pantai Batu Hiu


Wabup Pangandaran Pimpin Pelepasan Penyu di Pantai Batuhiu

Pangandaranlife.com, Penyu merupakan salah jenis hewan yang dilindungi oleh Pemerintah, penyu termasuk dalam kategori hewan/kura – kura laut yang dapat ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut Para Ilmuan, diperkirakan penyu sudah ada sejak zaman Jura (145 – 208 juta tahun yang lalu) atau bisa dibilang penyu ini sudah hidup pada zaman  dinosaurus. 


Pantai Batu hiu merupakan salah satu tempat wisata di Kab. Pangandaran yang sering dijadikan tempat singgah penyu untuk bertelur. Karena Pantai Batuhiu memiliki kriteria yang sesuai dengan kebutuhan penyu betina yang menyukai Pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising cahaya sebagai tempat bertelur yang jumlahnya bisa ratusan itu, dalam lubang yang digali menggunakan sepasang tungkai. Oleh karana itu pada di Pantai Batuhiu terdapat sebuah tempat konservasi penyu yang juga secara tidak menjadi telah menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi Pantai Batuhiu.


Tidak sedikit penyu – penyu yang melintas di kawasan/area pantai Kab. Pangandaran tepatnya jalur pantai bojong salawe – batu hiu sering tertangkap oleh jaring – jaring nelayan. Hal ini cukup mengkhawatirkan terutama bagi nelayan yang tidak paham bahwa penyu adalah hewan yang dilindungi oleh Pemerintah, maka mereka akan menjadikan penyu tersebut sebagai hewan konsumsi atau keperluan lainnya yang tentunya dapat merusak kelestarian dari penyu itu sendiri. Dan tidak bisa dipungkiri bahwasanya masih banyak nelayan – nelayan di Pangandaran tidak paham mengenai permasalahan ini

Penyu memiliki masa bertelur yang beragam, sekitar 2 – 8 tahun sekali. Dengan rentan waktu yang sangat lama itu  tentu akan menjadi permasalahan tersendiri terutama jika terjadi eksploitasi terhadap penyu, apalagi jika mengingat dari telur – telur penyu yang sudah menetas menjadi tukik (anak penyu) tersebut tidak semuanya dapat bertahan hidup sampai dewasa, mereka bisa dimakan oleh hewan lainnya atau bahkan salah satunya sengaja ditangkap oleh manusia untuk konsumsi. Sehingga tidak heran jika hewan laut yang satu berada diambang kepunahan.

Dalam rangka untuk melestarikan salah satu biota laut tersebut yaitu penyu, maka pada (31/12/17) Pemda Pangandran menyelenggarakan kegiatan pelepasan tukik di Pantai Batuhiu Pangandaran. Pelepasan Tukik tersebut di Pimpin langsung oleh Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadari, DPRD Kab. Pangandaran, Dinas perikanan dan kelautan. 

Dalam pelepasan tukik tersebut Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari menyampaikan tentang pentingnya kita khususnya warga masyarakat Kab. Pangandaran untuk bersama – sama ikut menjaga dan melestarikan salah satu biota laut yaitu Penyu, sehingga diharapkan hal tersebut dapat menghindarkan penyu yang saat ini sedang berada dalam ancaman kepunahan




 Objek Wisata Goa Lanang

Objek Wisata Goa Lanang


objek wisata goa lanang desa selasari kabupaten pangandaran

Pangandaranlife.com, Kabupaten Pangandaran memang memiliki banyak sekali objek wisata goa, seperti salah satunya adalah objek wisata goa lanang. Bagi para traveller seperti kamu yang suka dengan objek wisata goa, maka tidak ada salahnya untuk mencoba mengunjungi objek  wisata goa lanang yang berlokasi di Desa Selasari Kec. Parigi, Kab. Pangandaran

Baca juga :


Sebenarnya Objek Wisata Goa Lanang ini tidak hanya sekedar menawarkan objek wisata goa itu sendiri, seperti hanya menelusuri goa atau melihat pemandangan yang terdapat pada goa. Di Objek Wisata Goa Lanang kamu juga dapat melakukan aktifitas wisata lainnya seperti salah satunya body rafting/river tubing dimana pengunjung akan menempuh jarak kurang lebih sekitar 370 meter. Kamu akan mengarungi sungai yang jernih, bersih, masih terjaga kealamiannya, sehingga ini akan membuat pengalaman berwisatamu tambah berkesan dan berkelas

body rafting goa lanang di desa wisata selasari

Goa Lanang yang berada di Desa Wisata Selasari memiliki keunikan lainnya, goa tersebut  dihuni oleh banyak kawanan kelelawar yang hinggap pada dinding – dinding goa, sehingga nanti saat berwisata kamu dapat melihat secara langsung kehidupan kelelawar yang terdapat di Goa Lanang. 

Untuk menuju ke Objek Wisata Goa Lanang,  dari Terminal Pangandaran, kamu cukup menuju arah barat, kemudian dari Kec. Parigi (alun – alun  parigi)  kamu perlu menuju ke arah utara menggunakan Desa Selasari Kec. Parigi, atau bisa juga kamu menggunakan jalur yang menuju ke objek wisata citumang dari Desa Cibenda. Untuk lebih jelasnya kamu bisa melihat peta berikut ini

peta wisata desa selasari Kab. Pangandaran


Seperti kata pribahasa “Malu bertanya, sesat dijalan”, maka nanti jika kamu sudah mencapi lokasi Desa Wisata Selsari Kec. Parigi, kamu cukup bertanya ke warga sekitar dimana lokasi goa lanang. 


 Objek Wisata Curug Buton

Objek Wisata Curug Buton


 Objek Wisata Curug Buton
Objek Wisata Curug Buton Pangandaran terletak di Desa Kedungwuluh Kec. Padaherang Kab. Pangandaran. Foto ini diambil dari situs resmi Dinas Pariwisata Kab. Pangandaran

Pangandaranlife.com, Curug Buton merupakan salah satu objek wisata yang berlokasi di Desa Kedungwuluh Kec. Padaherang Kab. Pangandaran. Curug (Air Terjun) yang memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 120 meter membuat curug ini memiliki daya tarik tersendiri, selain itu objek wisata curug buton ini bisa dibilang merupakan objek wisata yang masih “original”, mengingat suasana dan kondisi disekitar objek wisata yang masih alami karena belum banyak sentuhan – sentuhan yang dilakukan oleh manusia 


Ada berbagai macam keunggulan yang dimiliki oleh objek wisata curug buton yang berada di Desa Kedungwuluh ini, seperti misal, lingkungan yang masih terjaga dan bersih, kucuran air terjun yang memukau dengan balutan rumput – rumput hijau yang berada dibagian dinding air terjun sehingga mungkin bisa membuat suasana liburan kamu tenang dan menyenangkan


Objek Wisata Curug Buton Desa Kedungwuluh ini mungkin bisa dikategorikan sebagai salah satu objek wisata alam seperti halnya objek wisata jojogan, karena memang pada dasarnya di objek wisata ini kamu akan disuguhi oleh pemandangan alam yang menyegarkan mata, kamu dapat benar – benar menyatu dengan alam di Objek Wisata Curug Buton.


Untuk dapat mencapai lokasi Objek Wisata Curug Buton Pangandaran, tentunya kamu cukup menuju ke Desa Kedungwuluh Kec. Padaherang, yang jelas kamu tidak akan kesulitan untuk dapat menuju ke Objek Wisata Curug Buton, jika sudah sampai di wilayah Kec. Padaherang, kamu cukup bertanya kepada warga sekitar.